Home » INFO KESEHATAN » Cegah Pengucilan Penderita Kusta, RSU Cut Nyak Dhien Adakan Penyuluhan

Cegah Pengucilan Penderita Kusta, RSU Cut Nyak Dhien Adakan Penyuluhan

Penderita penyakit kusta atau yang biasa dikenal dengan penyakit lepra seringkali terkucilkan di lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang penyakit tersebut. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit kusta, Tim PKRS Aceh Barat pada hari Senin (28/09) mengadakan penyuluhan mengenai penyakit kusta di ruang tunggu pelayanan RSU Cut NYak Dhien Meulaboh.
Penyuluhan ini ditujukan kepada masyarakat umum dan Pasien yang sedang berobat jalan di Rumah Sakit. Penyuluhan dibuka oleh H. Hamzah S.St ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sedari dini mengenai penyakit kusta, sedangkan pemateri dalam penyuluhan kali ini adalah dr. Cut Putri Yohana, SpKK, M Kes.
Suasana terlihat ramai dengan peserta kurang lebih sekitar 100 orang tampak serius mendengarkan pemaparan yang disampaikan dr. Cut Putri. Sebelum penyuluhan dimulai, Tim PKRS terlebih dahulu membagikan leaflet penyakit kusta yang disediakan dari Klinik Kulit dan Kelamin RSU Cut Nyak Dhien. Dalam kesempatan tersebut dr. Cut Putri dengan runut menjelaskan tentang penyakit kusta yang juga dikenal dengan penyakit lepra.
“Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Leprae yang pertama kali menyerang susunan saraf tepi yang akhirnya meyebabkan syaraf tepi orang tersebut menjadi mati rasa,” terang dr. Cut Putri.
Dr Cut Putri juga menjelaskan bahwa penyakit tersebut penularannya tidak serta merta melainkan dalam jangka waktu yang lama dan intensitas kebersamaan. Selain itu dr Cut Putri menjelaskan ciri-ciri dari penderita penyakit lepra.
“Ciri yang paling mendasar dari penyakit ini adalah apabila terdapat bercak seperti panu dan kondisi kulit yang mati rasa. Apabila bapak ibu mulai merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih rinci. Semakin cepat didapatkan kepastian, semakin besar peluang untuk sembuh,” lanjutnya.
Penyuluhan merupakan kegiatan rutin PKRS di setiap minggunya. Penyuluhan yang dilaksanakan dengan suasana santai ini dipercaya memberi informasi lebih efektif. Waktu 1 jam yang disediakan terasa terlalu cepat mengingat rasa antusias warga masyarakat. Berbagai pertanyaan dalam sesi tanya-jawab menjadikan masyarakat semakin paham tentang penyakit ini.
Di penutup penyuluhan, warga mengharapkan tenaga penyuluhan mau datang ke desa-desa untuk memberi penjelasan yang benar. “Sebaiknya penuluhan-penyuluhan semakin ditingkatkan dengan datang ke desa-desa, karena sangat menambah infromasi masyarakat. Apalagi selama ini banyak mitos tentang kusta yang ternyata tidak benar,” tutur seorang warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs Kebanggaan Masyarakat Meulaboh